Setelah diet, aku akhirnya sampai melakukan facelift di Korea.[Bedah Plastik Labom]

Dulu aku sempat sangat overweight, dan kali ini aku berhasil turun hampir tiga puluh kilo. Orang‑orang bilang aku terlihat jauh lebih baik setelah kurus,
tapi setiap kali lihat cermin, yang aku lihat hanya wajahku.
Setelah lemak pipi hilang, bagian deep cheek terlihat turun,
garis rahang jadi tidak tegas, dan leher juga terlihat kendur.

Awalnya aku pikir bisa diperbaiki dengan laser lifting, jadi aku cari tahu. Tapi ternyata kondisiku lebih cocok untuk facelift daripada perawatan non‑bedah.
Jujur, kata “facelift” sempat bikin aku takut. Tapi aku tetap konsultasi ke beberapa tempat, dan konsultasi di La yang paling detail dan mudah dipahami.

Mereka pakai model tulang wajah untuk menjelaskan diseksi SMAS dan pelepasan ligamen. Mereka juga menganalisis bagaimana memperbaiki kekenduran dengan metode triple lifting — mengangkat deep fat, SMAS, dan kulit sekaligus. Itu membuatku percaya.
Akhirnya aku operasi di Labom. Hari operasinya aku tegang banget, tapi ternyata selesai lebih cepat dari yang aku bayangkan. Hari pertama hanya terasa kencang dan agak kebas.

Masuk satu bulan, aku baru paham kenapa semua orang bilang harus menunggu. Hasilnya jauh lebih natural dibanding dua minggu pertama.
Karena aku juga melakukan neck lift, bagian yang paling aku suka adalah garis rahang sampai leher yang jadi jauh lebih rapi.
Masih ada sedikit bengkak, tapi sejauh ini aku sangat puas dan menunggu hasil akhirnya. Semoga pengalamanku membantu orang yang berhasil diet tapi bermasalah dengan kulit wajah yang kendur.
You can view the original post and see the before‑and‑after photos at the link below.
⭐ Source: Naver Café “병원발품백과대사전” (Korean community)





